Cinta yang lima lupa yang lima

The Taj Mahal was built by Muslim rulers of th...

Image via Wikipedia

kan datang kepada umatku suatu masa dimana mereka mencintai lima perkara dan melupakan lima perkara pula.

Artinya : “ Akan datang kepada umatku suatu masa dimana mereka mencintai lima perkara dan melupakan lima perkara pula.

  • Mereka mencintai dunia dan melupakan akhirat,
  • mereka mencintai kehidupan dan melupakan kematian,
  • mereka mencintai gedung-gedung dan melupakan kuburan,
  • mereka mencintai harta benda dan melupakan hisab ( penelitian amal akhirat ),
  • mereka mencintai makhluq dan melupakan khaliqnya.

Ini merupakan peringatan dari Rasulallah S.A.W., akan datang suatu jaman yang mana umat Islam lebih mementingkan kehidupan dunianya dari pada kehidupan akhirat.

Dan rasanya jaman itu sudah sampai kepada kita saat ini. Betapa tidak, sekarang ini keadaan yang digambarkan dalam hadist Rasulallah S.A.W. diatas sudah nampak didepan mata kita.

Sebagi contoh,

  • berapa banyak dari kita berani meniggalkan sholat sebagai kewajiban kita selaku umat Islam, hanya karena sedang sibuk berdagang mencari harta dunianya.
  • Berapa banyak dari kita tidak mau membayar zakat, shodaqoh, amal jariah, karena takut miskin, hartanya takut habis.
  • Dan banyak contoh lainya.

Padahal Allah ta’alla telah berfirman dalam Al-quranul karim,

“ Hai kaumku, Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan Sesungguhnya akhirat Itulah negeri yang kekal. “

( Al Mu’min, 39 )

Nyata sekali dari ayat diatas tergambar bahwa kehidupan dunia ini tidak akan abadi, semua akan hancur, Langit akan runtuh, bumi akan terbelah-belah dan lenyap, gunung-gunung akan lenyap tak berbekas, manusia akan mati semua, yang punya jabatan akan hilang, kaya miskin semua akan kembali kepada sang kholiq, Allah jala jalaluh.

Jadi mengapa kita melupakan kehidupan akhirat, kehidupan yang abadi yang Allah ta’alla janjikan kepada kita, dimana iman kita kepada –Nya ?.

Bukankah yang Maha Kuasa Allah S.W.T telah berfirman :

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.

(  Luqman, 33 )

Sudararaku kaum muslimin yang dirahmati Allah ta’alla,

Mati adalah keharusan bagi kita, bukankah setiap yang bernyawa akan mengalami kematian ?, dan karena kita adalah makhluq yang bernyawa, maka kita akan mati juga..!!

Dan kita tidak akan mampu menghidar, atau menunda walau sedetik saja manakala ajal kita telah tiba.

Firman Allah S.W.T. :

“ tiap-tiap umat mempunyai batas ajal; Maka apabila telah datang ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (007. Al A’raaf, 34 )

Dijaman kini, orang sudah banyak yang melupakan mati, mereka terlalu asyik dengan kehidupan dunia. Banyak dari mereka telah tenggelam dalam nafsu yang mengajak kepada jalan kesesatan dan kemaksiatan, seolah – olah mereka dapat hidup selamanya, dapat hidup abadi dan tidak akan terjangkau oleh kematian, sehingga melupakan tugasnya di muka bumi ini, yaitu tugas keagamaan.

Sebagaimana tergambar dalam firman Allah ta’alla :

“ Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat ##  kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh, “. (033. Al Ahzab, 72 )

## Yang dimaksud dengan amanat di sini ialah tugas-tugas keagamaan.

Padahal Rasulallah S.A.W. telah memperingatkan agar kita banyak-banyak mengingat mati.

Artinya : “ Banyak-banyaklah mengingat mati, karena sesungguhnya ingat kepada kematian bisa menghiburnu dari sesuatu selain-Nya. “ ( HR. Ibnu Abid Dun-ya ).

Dengan mengingat mati, maka kita akan menjadi ingat akan ketaatan kita kepada Allah jala jalaluh.

Sudararaku kaum muslimin yang dirahmati Allah ta’alla,

Membangun gedung-gedung bertingkat yang mewah, tinggal di rumah yang nyaman dan megah tidak dilarang dalam Islam, namun hendaknya kita juga mengingat akan tempat kita ketika kematian telah menjemput, yaitu kuburan,

Sabda Rasulallah S.A.W. :

Artinya : “ Kuburan itu merupakan tempat permulaan dari tempat-tempat di akhirat dan Kuburan tempat terakhir dari tempat-tempat di dunia

Nanti dihari, dimana manusia sibuk dengan dirinya sendiri , tidak mengenal akan saudara, anak, istri, hari dimana akan diadakan perhitungan, maka semua amal akan dipertanggung jawabkan. Seperti tergambar dalam firman Allah ta’alla :

  •  Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,
  •  Maka Dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,
  •  dan Dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.
  •  Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang,
  •  Maka Dia akan berteriak: “Celakalah aku”.
  •  dan Dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). .

.( 084. Al Insyiqaaq, 7 -12 )

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(003. Ali ‘Imran, 31 )

About mzaistiqomah

berusaha Istiqomah

Posted on Oktober 19, 2011, in Nukilan, Renungan and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: