Kesan yang tertinggal

Dengan duduk sila menghadap saya, bang Jul mulai bercerita,

” Dulu saya ini tukang judi, maksud saya, saya ini tukang main judi . ” sebentar matanya memandang kepada saya, malu, dan mohon ijin untuk melanjutkan ceritanya.

Saya mengangguk tanda setuju, ” teruskan ..” kata saya pelan.

” Artinya, dulu saya penjudi, tapi sekarang sudah tidak lagi, sudah insaf bib”

ketika kalimat ” sudah insaf bib ” diucapkan, bibirnya gemetar, matanya mulai berkaca-kaca. ” saya benar-benar insaf bib…huk..huk ” nah sekarang bang Jul benar benar menangis. Saya biarkan…

Beberapa menit kemudian, setelah merasa lega bang Jul meneruskan,

” Astagfirullah…., astagfirullah….,  Bang Jul diam sejenak, lalu meneruskan,

” Dulu setiap pulang dagang, waktu magrib biasanya, saya pulang sebentar, naruh pikulan, langsung pergi lagi, pergi ke belor, buat main judi “, ” klo istri nanya tetang hasil jualan, saya bilang lagi sepi, dagangan ngga laku, padahal duit hasil jualan saya simpan di pakaian dalam saya. mau saya pake main judi. ”

Dek..!!, dada saya seperti ada yang pukul. ” kelewatan juga nih orang..” kata saya dalam hati.

Bang Jul terus bercerita, saya diam mendengarkannya, kadang-kadang ada sedihnya, tapi juga ada lucunya.

Tapi itu dulu, dialog diatas terjadi kira-kira tiga atau empat tahun yang lalu. Bang Jul sekarang sudah benar-benar insyaf, ketika itu satu huruf Al-Quran saja dia tidak mengenalnya, tapi sekarang, alhamdulillah sudah bisa baca surah Yaasin.

Dulu kalau tersinggung, akan terlontar kata-kata kasar, dan tak lupa pisau atau golok akan diacungkan kepada orang yang membuat dia tersinggung, tetapi sekarang dia cuma tersenyum saja kalau ada orang yang berucap  tidak mengenakan hati.

Kini wajahnya lebih bersih, sholat tidak ditinggalkan. Setiap berkeliling kampung pinggiran Jakarta untuk dagang papan penggilesan( untuk cuci pakain ), dia selalu bawa tas kecil yang berisi pakaian dan kain untuk sholat.

Sahabat, kisah diatas adalah kisah nyata di jaman kini, maaf ini betul loh. Teman muslim kita ini, mengingatkan kita seperti sahabat Ummar bin Khatob. Ketika itu Sahabat Ummar terlihat sebentar menangis tersedu-sedu, kemudian sebentar kemudian tersenyum. Ketika di tanya oleh sahabat yang lainya, mengapa engkau seperti itu wahai sahabat.

Syaidina Ummar bin Khatab berkata ,

” Aku menangis, karena aku ingat masa laluku, betapa bodohnya aku ketika itu. aku mengubur anak perempuanku yang baru lahir.

Aku tersenyum, karena kini aku telah mendapat hidayah, mendapatkan Islam sebagai agamaku, yang menjauhkan aku dari kebodohan itu.”

Iklan

Bicara kasar

Sebut saja namanya Ust. C, datang berkunjung ke rumah saya kurang lebih jam 20.15 wib. Datang sendiri, ini tidak biasa, karena setiap berkunjung selalu berdua dengan Bang Jul.

Setelah duduk di bale dan telah tersaji kopi hangat, mulailah Ust. C. menceritakan alasan mengapa dia datang seorang diri.

” Bang Jule tidak ikut karena  ada hajatan, abangnya menikahkan anak perumpuanya, malam ini malam mangkat.”

Demikian penjelasan Ust. C., ” maaf bib ana juga sebagai saudaranya tidak diundang”.

Saya masih diam, terus menyimak cerita Ust. C, yang menggambarkan betapa dia merasa diasingkan.

Ust. C, menelpon bang Jul, memberitahukan bahwa dia sudah sampai di rumah saya, dan dia dengan nada bercanda meminta bang Jul agar segera nyusul, datang membawa makanan. Bang Jul pun meng-iyakan, tanda setuju.

A Persian woman playing the Daf, from a painti...

Kria-an

Kamipun kembali dengan perbincangan, tiba-tiba Hp Ust. C. berdering, setelah diangkat terdengar suara yang keras dan bernada kasar yang mengatakan

” Jul nga bisa datang…!! “

Ust.C, bertanya , ” siapa ini? “

” Kentang..!!!” jawaban terdengar kasar, lalu telpon ditutup.

Ust. C. mukanya memerah, suara telpon tadi keras dan kasar sampai terdengar oleh telinga saya, yang duduk berseberangan dengan Ust. C.

Kekecewaan terlihat jelas, perasaannya semakin mendongkol. Saya segera menawarkan kopi agar segera diminum, dengan harapan perhatian beralih sejenak.

si Kentang ini, Mengaku ustad tapi mendengar dan melihat sepak terjangnya selama ini sepertinya tidak layak menyandang gelar ustad, apalagi ditambah dengan cerita dari Ust. C.

jadi yang memboikot atau mengasingkan Ust. C ini, ya itu si Kentang.

Lalu bagaimana dengan bang Jul ?, ya sama seperti yang dialami oleh Ust C, mereka diasingkan oleh kelompok si Kentang, yang nyata-nyata tadinya mereka adalah dibawah satu naungan.

Kedengeranya hebat juga nih si Kentang….

Subhanallah, cerita ini akan jadi panjang sekali, ini kisah nyata loh…, insya Allah ta’alla nanti kita sambung lagi dalam postingan kedepan. Namun ada yang ingin saya garis bawahi dan harus kitajauhi dari cerita di atas yaitu :

  1. berkata kasar dan memaki
  2. tidak hormat dengan orang yang lebih tua usianya.
  3. merasa diri orang baik, tapi berkelakuan ba’ tukang maksiat.

Tanda Cinta Kepada Rasulullah

Tanda Cinta Kepada Rasulullah

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah I dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS.Al-Ahzab, 21)

Ayat ini telah menyebutkan bahwa, di dalam diri Rasulullah I itu sudah ada contoh dan suri tauladan bagi mereka yang hendak mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akherat, tetapi sepertinya suritauladan ini akan sulit untuk ditiru kecuali bagi mereka yang selalu orientasi hidupnya untuk Allah I dan berharap mendapat keselamatan di akherat kelak serta mereka yang suka berdzikir kepada Allah I.

Berdzikir merupakan hal yang sangat mulia dan agung di sisi Allah I dan rasul-Nya semua itu dapat dilihat dari banyaknya ayat dan hadits yang memerintahkan kepada kaum Muslimin untuk berdzikir baik secara langsung yaitu dengan menggunakan sighat amr atau dengan kata-kata “Berdzikirlah” dan perintah yang tidak menggunakan lafadz secara langsung seperti berbentuk kisah dan menyebutkan kemuliaan yang akan diperoleh oleh seseorang dari ber-Dzikir.

melaluiTanda Cinta Kepada Rasulullah.

SA’AD BIN ROBIE’

Diantara tubuh yang bergelimpangan. Darah merah segar mengalir dari luka-luka akibat sayatan pedang atau tusukan panah. Wajah-wajah sahabat yang selamat terlihat kecewa dan terluka.Nabi Muhammad SAW duduk dengan luka parah di dahinya sementara dua giginya tanggal akibat pukulan seorang tentara musuh. Tiba-tiba ingatan tentang seseorang membuatnya berdiri dan berujar lantang:”Wahai sahabatku sekalian! Adakah seseorang mau mencarikan untukku Sa’ad bin Robie’ masih hidupkah ia ataukah sudah tiada?”Berdiri seorang sahabat anshor :”Aku akan melakukannya untukmu, ya RosulAllah..”Diapun segera menelusuri tubuh-tubuh yang bergeletakan di tanah pegunungan Uhud. Bau amis darah tercium disana sini. Dibaliknya beberapa tubuh yang tengkurap dan berusaha mengenali wajah mereka sebab darah dan tanah yang bercampur jadi satu membuat sebagian wajah tak mampu lagi dikenali.

melaluiHalimah Alaydrus: SA’AD BIN ROBIE’.

Wasiat Nabi Muhammad S.A.W. kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib

 

Nabi Muhammad S.A.W. bersabda : ” Sebaik-baiknya manusia disisi Allah S.W.T. adalah yang paling memberi manfaat di antara mereka kepada manusia, dan orang yang paling buruk di sisi Allah S.W.T. orang yang panjang umurnya tapi buruk amalnya. Dan sebaik-baik manusia itu orang yang panjang umurnya dan bagus amalnya “.

Nabi Muhammad S.A.W. bersabda :

Wahai Ali, orang yang celaka itu ada tiga tanda :

Memakan makanan yang haram

Menjauhi orang ‘alim

Shalatnya untuk sendiri

Wahai Ali, orang yang berbuat dosa itu ada tiga tanda :

Suka membuat kerusakan ( suka mengacau )

Menyusahkan hamba-hamba Allah

Menjauhi petunjuk.

Wahai Ali, orang zholim itu ada tiga tanda :

Dia tidak memperdulikan sesuatu yang dia makan

Mengerasi orang yang berhutang kepadanya

Bertindak keras kepada orang berhutang apabila dia

melaluiHimpunan Keluarga Maula Aidid.

Habib Abdullah Bin Alwi Al Haddad

Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad lahir pada hari Rabu malam Kamis tanggal 5 Safar 1044 H/3 Agustus 1634 M Di Tarim, Hadromaut.

Nasabnya adalah Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad bin Ahmad bin Abdullah bin Muhammad Al Haddad dan seterusnya hingga Ahmad bin Isa bin Muhammad An naqib bin Ali Uroidhi bin Ja’far As Shodiq bin Muhammad Al Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Imam As Sibth Al Husain bin Al Imam Amirul Mu’minin Ali bin Abu Thalib, suami Sayyidah Fatimah Az Zahra binti Rasulullah Muhammad SAW.

Ayah beliau yakni Habib Alwi bin Muhammad Al Haddad di kenal sebagai orang yang saleh. Ayahnya lahir dan tumbuh di kota Tarim dan sejak kecil berada di bawah asuhan ibunya Syarifah Salma wanita ahli makrifat dan dikenal kewaliannya, bahkan Habib Abdullah Al Haddad sendiri banyak meriwayatkan kekeramatan Syarifah Salma.

melaluiHabib Abdullah Bin Alwi Al Haddad.

Menyeru kebaikan

Allah text

Firman Allah ta’alla :

waltakun minkum ummatun yad’uuna ilaa alkhayri waya/muruuna bialma’ruufi wayanhawna ‘ani almunkari waulaa-ika humu almuflihuuna
[3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar217; merekalah orang-orang yang beruntung.

Menyelidiki kemungkaran

Muslim man in the UK with beard, glasses and p...

Tidaklah wajib bagi seorang muslim untuk mencari-cari atau menyelidiki kelakuan buruk yang sengaja ditutupi oleh pelakunya. Bahkan meneliti hal itu adalah haram hukumnya dalam agama Islam.

Bukankah Allah S.W.T. telah berfirman :

yaa ayyuhaa alladziina aamanuu ijtanibuu katsiiran mina alzhzhanni inna ba’dha alzhzhanni itsmun walaa tajassasuu walaa yaghtab ba’dhukum ba’dhan ayuhibbu ahadukum an ya/kula lahma akhiihi maytan fakarihtumuuhu waittaquu allaaha inna allaaha tawwaabun rahiimun

[49:12] Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
dan juga Sabda Rasulallah S.A.W. :
” Barang siapa mengikuti ( yakni menyelidiki ) cela saudaranya ( saudara seagama ), maka Allah ta’alla akan membuka aib/ cela orang itu.”
Yang diwajibkan kepada kita selaku umat Islam adalah beramal ma’ruf dan mencegah kemungkaran.
kita wajib berbuat kebaikan, beramal sholeh, melaksanakan ibadah yang diwajibkan, dan mencegah saudara kita seagama melakukan kemungkaran dan meninggalkan kewajibanya sebagai umat Islam.

Ingatlah pagi dan petang

Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

The name of الله Allāh, written in Arabic call...

Allah Jala jalaluh

Keutamaan berdzikir

41. Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.

42. dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.

(033. Al Ahzab , 41-42 )

alladziina aamanuu watathma-innu quluubuhum bidzikri allaahi alaa bidzikri allaahi tathma-innu alquluubu

28. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

(  013. Ar Ra’d, 28 )

Untuk sahabatku semua, harap diketahui berzikir itu ternyata perintah Allah S.W.T. kepada hambanya yang beriman. Karena Allah ta’alla bersifat Rahman dan Rahim, sehingga memanggil kita dengan sebutan yang sangat manja, “ duhai orang-orang yang beriman “, dengan demikian orang yang tidak mempunyai iman tidak mendapat panggilan ini, dan tidak mendapatkan perintah ini.

Selaku orang yang beriman tentunya kita akan melaksanakan perintah ini dengan sepenuh hati. Setiap napas yang keluar dari mulut kita, slalu terlampir asma Allah jala jalaluh, duduk kita, berdiri kita, berbaringnya kita akan selalu terhias zikrullah.

Selain perintah Allah ta’alla, zikir juga sebagai obat hati yang galau. Menjadi penentram hati orang-orang yang beriman. Karena hanya orang yang beriman yang akan tentram kala mengingat Allah ta’alla.

Ternyata setiap perintah Allah S.W.T. kepada hambanya selalu terlampir kebaikan . Kebaikan atau keutamaan akan terhadiah bagi yang melaksanakannya dengan sepenuh hati, pagi, petang. Terhampar zikir seorang hamba kepada khaliqnya adalah komunikasi yang penuh dengan kasih sayang.

Cinta yang lima lupa yang lima

The Taj Mahal was built by Muslim rulers of th...

Image via Wikipedia

kan datang kepada umatku suatu masa dimana mereka mencintai lima perkara dan melupakan lima perkara pula. Read the rest of this entry